Bagaimana Tire Pressure Monitoring System (TPMS) Bekerja


Septapw.com - Lurr... kedepan mungkin kita akan sering ketemu mobil yang menggunakan tire pressure monitoring seystem (TPMS).

Wuling almaz ada yang sudah menggunakannya.

Kalau untuk mobil eropa amerika sudah cukup banyak. Contoh Rubicon, VW, Posrche, dll. Dan berdasarkan catatan spw. Ada yang gampang untuk di reset dan ada juga yang cukup ribet jika lampu TPMS menyala.

Fungsi dari tire monitoring pressure sensor

Dari namanya juga sudah jelas sebenarnya, tetapi biar lebih detil, ini dua fungsi dari tpms.
1. Untuk memeriksa tekanan ban secara terus menerus ketika berkendara
2. Untuk menginformasikan perbedaan tekanan dari masing-masing roda

Sepertinya kok ga terlalu penting ya lurr?

Kan tinggal dilihat menggunakan mata, kalau terlihat kempes tinggal dipompa. Atau tinggal minta tolong abang-abang tambal ban buat memeriksa.

Itulah bedanya lur.

Di negara maju, keselamatan dan kenyamanan berkendara menjadi faktor yang utama. Dan TPMS menjadi salah satu alat yang memastikan keselamatan berkendara. Dan juga untuk memastikan pemakaian bahan bakar lebih efisien.

Sempat saya dengar, ada mobil yang tidak bisa di jalan kan karena tekanan salah satu ban dianggap kurang. Untuk merk dan tipenya apa saya belum dapat datanya lurr.

Tipe TPMS

Ada dua jenis TPMS yang mungkin terpasang pada kendaraan. Pertama adalah direct TPMS dan yang kedua adalah indirect TPMS

Dan untuk membedakananya gampang-gampang sulit.

Infonya untuk yang model Indirect, jika ada masalah akan disertai dengan lampu ABS menyala. Tetapi selama ini yang spw alami, kalau ABS bermasalah dan ternyata masalahnya pada wheel speed sensor maka TPMS akan ikut menyala.

Mungkin ada pengalaman lain lurr?

Oke, sebaiknya kita bahas dulu masing-masing tipe TPMS

1. Tipe direct TPMS


Pada tipe direct TPMS terdapat sensor yang dipasang di pentil ban. Sensor ini akan memancarkan data tekanan ban.

Di sisi lain terdapat sensor penerima data. Awalnya teori yang spw dapat letak sensornya ada di masing-masing sparkboard. Dan spw anggap semuanya begitu.

Tetapi ternyata ada beberapa tipe yang diletakkan terpusat di satu titik contohnya pada Rubicon.

Repotnya ketika kita rotasi ban.

Antena akan tetap membaca lewat id pada masing-masing sensor yang ada di pentil ban. Waktu itu kebetulan spw mencobanya.

Spw pindah ban belakang kiri dan kanan belakang, dan selanjutnya ban kiri dikempesin. Ternyata di display tetap menunjuk posisi ban yang kanan.

Bisa jadi, untuk yang model satu sensor satu antena, tidak akan terjadi masalah seperti diatas.

Permasalahan yang sering timbul adalah karena baterai sensor yang di pentil habis. Kita harus menggantinya. Dan kerena kebanyakan menyatu, kita harus mengganti sensornya.

Pada proses penggantian jangan lupa untuk mencatat ID sensor supaya nanti bisa dimasukkan kodenya lewat scanner mobil.


2. Tipe Indirect TPMS


Pada tipe ini, dipentil ban tidak terpasang sensor. Sistem ini memanfaatkan perhitungan jumlah putaran ban dari speed sensor yang terpasang pada ABS

Apabila ban kempes, maka putaran roda akan dihitung berbeda. Ini akan menjadi dasar logika TPMS untuk menyalakan lampu indikator sebagai peringatan kepada pengemudi

Setelah dipompa, kita tinggal me-resetnya. Ada yang cukup dengan menjalankan mobil, tetapi ada juga yang harus menekan tombol reset.

Repotnya ketika kita ganti ban dengan ukuran yang berbeda, misalnya salah satu lebih tipis. Efeknya TPMS akan terus menyala.

Ah mana mungkin orang ganti ban salah satu ada yang terlalu tipis.

Secara teori memang tidak mungkin. Tetapi nyatanya kita bisa temui. Entah dengan alasan ban pecah dijalan, dan adanya ban dengan aspek rasio yang lebih tipis, dll.

Catatan lain dari spw adalah,

Umumnya ketika ada masalah dengan speed sensor, Lampu ABS akan menyala. Dan kemungkinan besar akan diikuti oleh lampu TPMS.

Semoga catatan spw bermanfaat buat kita semua

Salam kunci






Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bagaimana Tire Pressure Monitoring System (TPMS) Bekerja"

Post a Comment