Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Temuan Terbaik Teknologi Mesin Otomotif

Membicarakan tentang temuan-temuan teknologi mesin otomotif memang tidak ada habisnya. Karena setiap pabrikan berlomba-lomba dalam menciptakan teknologi. 

Tujuannya supaya mesin lebih ramah lingkungan, bertenaga tetapi tetap efisien.

Belum lagi ditambah perkembangan teknologi elektronika dan IT yang juga mempengaruhi pengembangan teknologi.

Selama saya bekerja di bengkel CBU Auto Service, saya melihat banyak sekali teknologi mesin dari bermacam-macam merk.

Dan semuanya memang luar biasa.

Mana yang menjadi temuan terbaik teknologi mesin otomotif?

Tentunya sangat sulit untuk menilainya. Hanya saja saya mencoba menuliskan beberapa teknologi mesin yang menurut saya terbaik

1. Mesin 4 Tak

temuan terbaik teknologi mesin otomotif

Sebenarnya temuan teknologi mesin 4 Tak sudah sangat lama. Kurang lebih sudah 146 tahun yang lalu. Karena teknologi ini ditemukan tahun 1976 oleh Nikolas Otto

Pada waktu itu otto mematenkan teknologi mesin 4 Tak dan kemudian digunakan untuk mesin bensin. Itu sebabnya mesin bensin disebut juga sebagai mesin otto.

Bagaimana dengan mesin diesel?

Sama halnya dengan mesin bensin, mesin diesel yang beredar saat ini juga menggunakan prinsip mesin 4 tak atau 4 langkah. Tentunya dengan cara kerja yang berbeda.

Karena penerapan teknologi ini begitu banyak, saya rasa teknologi mesin ini bisa disebut sebagai salah satu teknologi terbaik.

Apakah anda setuju?

2. Teknologi forced induction

Forced induction ini adalah teknologi udara paksa. 

Udara yang masuk kedalam silinder akan dipaksa supaya bisa memenuhi silinder dalam waktu yang singkat.

Teknologi yang digunakan kita kenal dengan turbocharger atau supercharger. Bahkan ada mobil yang menggunakan kedua teknologi tersebut.

Perbedaan dari kedua teknologi diatas terletak pada sumber tenagannya. Turbocharger bekerja dengan memanfaatkan tekanan gas buang, sedangkan supercharger bekerja dengan diputar oleh mesin.

Turbocharger dianggap lebih menguntungkan karena hanya memanfaatkan gas buang. Hanya saja gas kinerjanya baru efektif pada 3000 rpm. 

Lain cerita dengan supercharger, yang bisa bekerja kapanpun selama mesin hidup. Hanya saja sebagian tenaga mesin harus direlakan untuk memutarkan superchager.

3. Aluminum Engine

Kebanyakan mobil sekarang sudah menggunakan blok mesin dan kepala silinder berbahan aluminum. 

Tujuannya tentu saja agar bobot mesin lebih ringan dan memiliki kemampuan melepas panas lebih baik. 

Teknologi ternyata ditemukan oleh Carl Benz pada tahun 1901. Tetapi pada waktu itu prosesnya masih sangat sulit dan memakan biaya yang sangat mahal. 

Oleh sebab itu, baru setelah 60 tahun kemudian teknologi ini digunakan secara masif oleh industri otomotif. Apalagi dengan pengembangan teknologi material seperti sekarang ini.

Pada bagian dinding silinder diberi lapisan yang berbeda dan melalui proses pengerasan. Karena pada dinding silinder bekerja lebih panas dan gesekan yang lebih berat.

4. DOHC 

DOHC singkatan dari ((Double Overhead Camshaft).

DOHC adalah mekanisme katup yang menggunakan dua poros nok (camshaft) yang dipasang pada kepala silindernya.

Maka akan ada istilah cam in atau cam out. Maksudnya adalah poros nok untuk katup masuk dan poros nok untuk katup buang.

Jika mobil menggunakan V engine, artinya poros nok yang digunakan ada 4. Dua poros nok untuk bank 1 dan dua poros nok untuk bank 2.

Istilah bank 1 dan bank 2 ini adalah sebutan untuk deretan silinder. Yang paling gampang untuk identifikasi adalah pada bank 1 selalu terdapat silinder nomer 1.

5. Sistem injeksi bensin

Tuntutan agar mesin semakin efisien memaksa pabrikan mobil didunia untuk memikirkan solusinya. Dan pada tahun 1967 diperkenalkan teknologi sistem bahan bakar injeksi bensin.

Teknologinya terus dikembangkan hingga saat ini. Mulai dari sistem pengukuran udaranya dan pada sistem kontrol elektroniknya.

Kalau di Indonesia kita mengenalnya dengan istilah EFI (electronic fuel injection).

Pada tahun 2007, ditetapkan bahwa setiap mobil yang di produksi di Indonesia wajib menggunakan sistem injeksi bahan bakar bensin. Sehingga saat ini sudah hampir kebanyakan kendaraan menggunakan sistem bahan bakar ini.

Untuk penamaan tergantung pada masing-masing pabrik.  Ada yang menyebut EFI, PGMF-i, ECI, MPI, dll


6. Direct Injection, lebih bertenaga tetapi anti bahan bakar jelek


Direct Injection merupakan teknologi sistem bahan bakar injeksi bensin yang langsung menyemprotkan bahan bakarnya ke dalam silinder.

Teknologi ini bisa dijumpai pada mobil-mobil Eropa yang masuk ke Indonesia. Untuk mobil jepang sepertinya masih menahan diri tidak menjual ke indonesia.

Dengan disemprotkannya bahan bakar langsung kedalam silinder, maka efisiensi pemasukan lebih baik dan tenaga yang dihasilkan lebih besar.

Dan tentu saja untuk menjaga bensin tidak terbakar lebih dulu sebelum dibakar oleh busi, kita harus menggunakan bahan bakar yang disyaratkan.

Tidak boleh ngeteng sembarangan.

Setiap pabrikan memberi nama sistemnya masing-masing. Yang paling umum adalah Gasoline Direct Injection (GDI). 

Mercedes menggunakan istilah CGI, Audi dengan istilah FSI dan VW menggunakan istilah TSI. 

7. Variable Valve Timing and Lift

Teknologi variable valve ini membantu pemasukan campuran bahan bakar dan udara lebih efisien. Sehingga kinerja mesin menjadi lebih baik, bertenaga dan hemat bahan bakar.

Ada banyak istilah yang akan kita jumpai untuk Variable Valve Timing  and lift ini. Contohnya VVTi, VTEC, Audi Valve Lift, Valve Tronic, dll. 

Meskipun nama berbeda-beda tetapi prinsipnya sama. 

Yaitu memajukan dan memundurkan waktu pembukaan katup untuk teknologi valve timing. 

Dan 

Untuk memajukan dan memundurkan waktu pembukaan katup serta memperbanyak campuran yang masuk kedalam silinder untuk teknologi variable valve timing and lift.

Pada mobil-mobil Eropa sering saya jumpai mesin yang menggunakan kedua teknologi tersebut. Baik itu VVT dan Valve Lift. 

8. On Board Computer

Apa sih maksudnya ?

Awalnya mobil menggunakan karburator dan untuk mesin injeksi juga masih menggunakan pengontrolan mekanis.

Tetapi sekarang

Sistem bahan bakar dan sistem pengapian diatur oleh sebuah komputer yang sering kita dengar dengan istilah ECU (Engine Control Unit)

Dengan adanya ECU ini, pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih optimal. Dan juga menjadi lebih ramah lingkungan.

Awalnya di mobil hanya memiliki Engine Control Unit saja.

Tetapi sekarang, satu mobil bisa mempunyai banyak control unit. Artinya pengembangan on board komputer ini tidak hanya ada pada sektor mesin saja. Karena merembet ke sistem-sistem yang lain.

9. Clean Diesel

Mobil diesel identik dengan asap yang tebal.

Tetapi itu dulu.

Sekarang seharusnya lebih bersih. Karena teknologi sistem bahan bakar diesel juga dikembangkan.  Yaitu dengan teknologi Common Rail Direct Injection.

Dengan teknologi ini, penyemprotan bahan bakar solar diatur juga oleh elektronik yang dikontrol oleh ECU. Sehingga pembakaran jadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Selain itu sebagian mesin diesel sekarang juga dilengkapi dengan diesel particulat filter (DPF) atau orang bilang katalitik diesel.

Dengan teknologi ini, maka mesin diesel jadi lebih ramah lingkungan.

10. Hybrid Engine

Mobil hybrid, mulai banyak diminati karena menawarkan penghematan bahan bakar. 

Pada mobil Toyota berhasil menjual cukup banyak Toyota Camry Hybrid. Dan kedepan mungkin akan disusul dengan merk-merk yang lain.

Yang saya pernah jumpai adalah Honda Civic Hybrid, Porsche Panamera hybrid, Mitsubishi Outlander Hybrid, dll

Teknologi yang digunakan adalah mengkombinasikan mesin baik itu mesin bensin ataupun diesel dengan motor listrik. 

Ketika baterai terisi penuh, mobil akan berjalan dengan motor listrik. 

Sedangkan pada saat perlu tenaga ataupun baterai sudah mulai berkurang, maka mesin akan dihidupkan.

Proses pergantian tersebut tidak akan kita rasakan. Karena memang mobil berjalan seperti biasa.




Posting Komentar untuk "10 Temuan Terbaik Teknologi Mesin Otomotif"