Cara Awam Belajar Dasar Akuntansi Bengkel

Sebenarnya saya pengen banget menghindar dari yang namanya Akuntansi, kayaknya saya ga mudeng-mudeng, mbedain debet dan kredit aja ga ngerti-ngerti. Cuman karena ini syarat ilmu yang harus saya kuasai juga, akhirnya saya cuman bisa berserah aja.
Yang mau saya bagi kali ini ya tentang pemahaman akuntansi bengkel, karena secara ga sengaja, sering di tanya,
Pah itu masuk ke COA berapa ya? kalau ini ada sisa koma-koma itu masuk ke COA mana ya? Lisensi software masuk ke COA apa ya?
Haduh kadang saya lupa jawabannya, maklum udah opah-opah, mikir lagi jadi lama. Padahal aku juga cuman belajar dari pak Edy dan googling, eh nyangkut di blog berandasenyum.com. Monggo kalau mau kesana.

Ya sudah lah saya coba aja buat berbagi yang tentang akuntansi bengkel yang pernah saya coba bagi. Semoga saya ga bikin aliran sesat tentang ilmu akuntansi.

Dasar Yang Harus Diketahui

Sebelum bicara nomer akun atau orang bilang COA (singkatannya ntar ya), saya mau ajak menghayal punya bengkel mobil dulu, supaya bisa latihan ya. Nama bengkelnya KENKAN MOTORSERVICE. ah namanya kepanjangan. Ga papa ya numpang doa nama. hehe
Terus paling engga kita harus tahu rumus sederhananya.

Harta = Hutang + Modal

Kalau mau bikin bengkel kan harus punya asset contohnya peralatan, tempat, dll. Nah mau itu dari kantong yang dikumpulin atau juga dari hutang. Yuk coba kita perdalam ya

Apa itu Harta (Asset) ?
Harta itu apa saja yang kita punya untuk usaha bengkel kita. Misal Tabungan, Meja, Kursi, Kunci-kunci, Tanah, Air dan kekayaan lainnya yang digunakan sebesar-besarnya untuk usaha kita.
Saya juga baru tahu lho, kalau kekayaan hasil utang pun boleh di bilang sebagai harta.

Apa itu Hutang (Liabilities) ?
Hutang itu dibawa sampai mati, hehe. Artinya ya harus dilunasi sampai kapan pun. Loh jadi hutang itu opo? La itu tadi sesuatu yang harus dibayar nanti.
Ah bengkelku ga mau hutang ah. Nanggung utang negara aja dah banyak.. mau nambah susah aja. 
Loh listrik, air itu kan utang dulu bayar belakangan. Telepon, internet juga. Terus ada pelanggan bayar dp buat ngerjain mobilnya itu juga hutang lho.

Apa itu Modal (Equity) ?
Modal ini setoran dari pemilik. Misal kakak saya mau ikut modalin ya setor, ponakan mau tanam modal ya masuk sini. Sobat mau tanam modal buat bengkel saya ya masuk sini.

Prinsip yang harus diingat


1. Sobat semua pasti tahu dong maskudnya = (sama dengan) contohnya seperti dibawah
100 = 20 + 80
Jadi misalnya sobat punya tanah senilai 80 dan hutang bank 20 artinya asset sobat adalah 100. Betul kan?
Kalau pakai hukum kiri dan kanan, sisi kiri (Asset) harus = sisi kanan ( hutang + modal)

2. Ini kesepakatan orang akunting, kalau saya mah ngikut aja, Jadi kesepakatannya kalau sisi kiri (Asset) bertambah maka harus di beri label debet. Sedangkan kalau berkurang maka harus diberi label Kredit.
Pakai contoh aja ya

3. Kebalikkannya, kalau di sisi kanan bertambah, maka harus memberi label transaksi kredit, sedangkan kalau berkurang maka maka kita beri label Debet

Masih belum dapat contoh yang mak jleb, jadi sementara hapalin dulu. Kiri = kanan maka kiri = debet dan kanan = kredit
Contoh dulu ah
Misal saya mau bayar hutang rp 5. Artinya Aset saya sekarang adalah 95 kalau tak tulis kurang lebih
95 = 15 + 80 ya kan? Loh kok?
Kan yang 5 dikiri buat bayar hutang, jadi hutang berkurang. Buat labelinya, atau nyatat cara akuntingnya kurang lebih begini

Loh kok muncul istilah COA lagi, apa sih itu COA?

COA istilah kerennya dari Nomer Perkiraan alias Nomer Account. COA sendiri adalah singkatan dari Chart Of Account.
Okeh jadi apa maksundya. Ini kalau versi awam seperti saya mengibaratkan seperti rak piring. Dan rak piringnya di beri nomer 1,2,3,4,5,6,7 mau di beri nomer a,b,c,d,e,f,dst juga boleh.
Cuman kalau kembali ke COA umumnya pakai 1,2,3,4,5, jadi kenkan motorservice mau pakai ini.
Kembali ke rak piring tadi. Masing-masing rak diatur misal rak 1 untuk piring lebar, rak 2 untuk mangkok, rak 3 untuk piring plastik. Masukinya ga boleh ketuker ya.
Harus!
Oke mari kita coba terapkan ya

HARTA
saya kasih kode kepala 1, selanjutnya menghayal deh harta saya.
Kode 100 Kas Kecil anggep aja uang receh saya
Kode 101 Kas Bank saya kan
Kode 110 Piutang
Kode 120 Suku cadang alias spare part
Kode 130
Kode 140 Peralatan
Kode 141 Lisensi Software
Kode 150 Akumulasi Penyusutan peralatan
Kode 160 Tanah
Kode 170 Asset Lain-lain


Masih ingat kan kalau yang diatas adalah harta dan ada disisi kiri.
Jadi selanjutnya ke sisi kanan ya

HUTANG
Kode 200 untuk hutang usaha
Kode 210 Bunga Hutang
Kode 220 Hutang Bank

MODAL
Kode 300 Modal Sendiri
Kode 301 Prive

PENJUALAN
400 Penjualan Jasa
401 Penjualan Spare Part

HARGA POKOK
Perlu engga ya? banyak orang disatukan di penjualan, cuman ini saya pisah dulu ya
Kode 500 Harga Pokok Penjualan Jasa
Kode 501 Harga Pokok Penjualan Spare Part


BIAYA
Kode 600 Gaji Pegawai
Kode 610 Biaya Promosi
Kode 620 Biaya Listrik
Kode 621 Biaya Listrik


Loh-loh tambahannya kok banyak banget. Ada Penjualan, ada harga pokok, ada biaya, ada lain-lain.
Sebenarnya saran adek saya kalau mau sederhana banget ya bisa pakai harta = hutang + modal aja cukup.  Cuman kan kayaknya bakal berantakan kalau banyak.
Ibaratnya kalau sobat punya harta banyak, ga mungkin juga kan di tenteng-tenteng ke mana mana.
Jadi mendingan secukupnya terus taruh di tas atau di kantong kan? Kalau ada uang sisa baru simpan lagi ke brankas. Jadi yang di brankas juga rapi. Yang dikantong ga kebanyakan.
Ada yang sobat bingung?
Sama hehe.

Itu diatas nomer COA nya wajib begitu ya?
Sebenarnya ada banyak cara membuat label macam rak buku. Cuman yang paling umum ya formatnya seperti diatas.
Kalau contoh diatas kan 3 digit misalnya : 111 artinya digit pertama aset, digit kedua sub akun dan digit ketiga adalah nomer akunnya. Bisa juga misal dengan kode 001.6206.01 , itu nanti tergantung dari bengkel sobat.
   
    

Latihan Jurnal sederhana

Mending latihan jurnal sederhana dulu ya, biar enak gitu dilanjutnya. Pura-puranya KenKan MotorService beli alat dulu ya. Apa ya misal scanner pada tanggal 29 Matret 2017 seharga 5.000.000 sudah termasuk ongkos kirim dan hp androidnya (welah ceritanya beneran, hehe)
Jadi untuk jurnalnya seperti ini

Ah bingung ah ujung-ujungnya junal debet kredit. hmm
Oke-oke, sebentar biar enak kita coba ngertiin jurnal dulu yuk. Jurnal itu sebenarnya ya cuman nyatet aja, bedanya di kasih kode-kode COA tadi. Ibarat kayak perpus atawa toko buku kan ada nomer rak ya. Jadi nantinya rapi.

Yang perlu diingat adalah rumus sederhana kiri = kanan ya. Eh bukan itu aja, kalau ada tambahan di kanan = kredit kalau ada tambahan dikiri = Debet.

Jadi karena beli scanner itu kan artinya kita nambah harta kan ya? terus uangnya dari mana? sebenarya uangnya dari modal juga sih. Jadi mestinya modalnya di setor dulu ya kan.

                          No akun      Debet    Kredit
Kas.                        100.     5.000.000
Modal di setor     300                      5.000.000










Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Awam Belajar Dasar Akuntansi Bengkel"

Post a Comment