Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menggunakan Scanner Mobil pada Toyota Avanza

Cara menggunakan scanner mobil itu sebenarnya cukup mudah.

Tinggal pencet-pencet saja. Asal kita mau cari tahu dari google translate juga lama-lama terbiasa. Mirip-mirip seperti main game atau social media.

Tetapi ada susahnya.

Susahnya adalah membaca dan mengartikan problem yang kita temukan dengan scanner. Kemudian juga tahu arti aktual data yang ditunjukkan pada kendaraan.

Contoh :

Ketika kita periksa fault code atau DTC dan ketemu dengan kode "P1123 : Accel. Closed Position SW Circuit (Open)"

Terus mau diapakan ?

Kebanyakan akan coba hapus dulu dan dianggap selesai. 

Hapus fault code atau DTC ini ibarat kita pergi ke klinik, tetapi oleh dokter hanya ditemui terus tidak diberi obat dan disuruh pulang tanpa diberi penjelasan.

Rasanya bagaimana ?

Sudah begitu diminta bayar dan beberapa hari kemudian kambuh lagi. Lampu indikator kembali menyala dan balik lagi ke bengkel untuk komplain.

Itu hampir sama dengan beberapa konten youtube ataupun blog yang menyarankan cukup dengan cabut aki selama beberapa detik. Dan katanya selesai.

Ya memang bisa.

Terkadang untuk DTC history memang cukup dihapus saja. Mungkin hanya karena kita atau ownernya cabut-cabut soket dan akhirnya muncul DTC tersebut.

Yang repot kan kalau ternyata fault intermiten atau kadang-kadang. Ketika dihapus, DTC ini akan kembali muncul pada kondisi tertentu.

Mas kalau cabut aki dan hapus DTC tetap tidak bisa hilang bagaimana ?

Artinya kita harus mencari permasalahannya. Diawali dengan doa dan mencari arti DTC tersebut. Dan selanjutnya diperiksa satu persatu.

Kembali ke cara menggunakan scanner mobil

Saya akan mencoba menjelaskan bagaimana langkah-langkahnya dan apa maksud dari masing-masing menunya.

Mobil yang saya coba adalah mobil Toyota Avanza Veloz dan scanner yang saya gunakan adalah easy diag yang saya pansang pada smartphone asus. Dulu saya tebus dengan mahar 3000 an. Mungkin kalau sekarang bisa sampai 5000 an.

Tetapi apapun scanner anda, inti dari semua scanner mirip. Jadi tetap bisa dipraktekan dengan scanner lain.

Kenapa bengkel harus menggunakan scanner mobil ?

Sebagai bengkel, kita dituntut harus mengikuti teknologi. Karena mobil yang kita kerjakan juga semakin canggih. Contohnya avanza dual vvti saja sudah dilengkapi dengan 9 ECU. 

Dan tentunya kita memerlukan alat bantu untuk mengerjakan problemnya.

Terkadang di forum ada pertanyaan :

" Lampu mesin menyala, ini apanya ya lurr" ada juga " Lampu abs menyala, apanya ya lurr"

Saya pribadi jarang ikut menjawab. Dan jujur karena saya memang tidak bisa memastikan kerusakannya tanpa scanner.

Perlu ketahui kalau kemungkinan penyebabnya cukup banyak lurr. Jadi jika ada yang jawab oksigen sensornya rusak, tps-nya rusak, dll. Itu bisa jadi benar.

Tetapi agar tepat sasaran, kita sebaiknya harus menggunakan scanner mobil atau akses secara manual.

Untuk akses secara manual ini hanya bisa kita lakukan untuk beberapa merk tertentu. Dan perlu diketahui setiap tipe bisa saja memiliki tempat pin yang sedikit berbeda. Bisa juga sama persis

Jadi, sebagai mekanik harus mulai nabung untuk beli dan menyediakan waktu untuk belajar.

Kenali tipe kendaraannya dulu

Mengenal tipe kendaraan memang gampang-gampang susah.

Saya contohnya pada Avanza dan Xenia saja. 

Dibawah ini saya sediakan list tipe dan kode dari model (nomer model) pada mobil avanza dan xenia.
  • F600 kode model milik Daihatsu Xenia 1.0 keluaran awal
  • F601 kode model milik Daihatsu Xenia 1.3 dan Avanza 1.3 keluaran awal
  • F602 kode model milik Toyota Avanza 1.5 keluaran awal
  • F650 kode model milik Daihatsu Xenia 1.0 
  • F651 kode model untuk Avanza 1.3 (veloz)
  • F652 kode model untuk Avanza 1.5 (veloz)
  • F653 kode model untuk Avanza 1.3 (dual vvti)
  • F654 kode model untuk Avanza 1.5 (dual vvti)
Dapat kodenya dari mana ?

Kode diatas bisa ditemukan pada plakat mobil di ruang mesin. Kalau pada model lain seperti Alphard, bisa ditemukan di samping pintu sebelah kiri.

Kebetulan mobil yang saya gunakan adalah Avanza 1.5 dengan nomer model 65#. 

Data mobil sudah ditangan, mari kita mulai saja untuk scan mobilnya.




Pasang socket diagnostic-nya atau OBD

Mobil sekarang hampir semuanya sudah menggunakan soket OBD II.

Dan untuk soket OBD II ini lebih gampang menemukanya. Karena letaknya pasti ada disekitar bawah steer. Ada yang didekat pedal rem, ada yang didekat pedal gas. Ada yang didekat rumah sekring (buka cover sekring), dll.

Walaupun saya pernah menemukan di mobil citroen ada di konsul tengah. Susah benar nyarinya...

Jika Anda mengerjakan mobil lama yang masih menggunakan OBD I, kita mesti menggunakan soket tambahan yang berbeda-beda. 

Dan juga letak soket OBD bisa di beberapa kemungkinan. 

Pada mobil Toyota didepan disamping mesin menggunakan 22 pin. Pada mobil honda menggunakan 3 pin dan soketnya ada dibawah laci dan nylempit banget. Dan lain-lain lah.

Pada avanza veloz sudah menggunakan OBD II dan letaknya ada di dekat bukaan kap motor.

Langsung colok dan dan pastikan lampu soket menyala dan bunyi tit. Karena kalau tidak, mungkin ada masalah di soketnya.

Catatan.

Pada scanner lain seperti autoland, gscan akan ditandai dengan scanner menyala. Karena power scanner didapat dari OBD tersebut.



Memulai Scan

Untuk memulai Scan, buka aplikasinya....

Saya menggunakan smartphone. Dan ingat, apapun scannernya, pengoperasian beda-beda tipis.

Pilih merk mobil...

...dan beberapa scanner akan ada pilihan versi dari software scanner. 

Contoh dibawah versi untuk toyota adalah  V48.82. 

Maklum ga di update...



Saran saya,

Pilih versi yang paling baru...

Misal kita punya V.49, mendingan pilih ini. Itu artinya sudah banyak perbaikan pada scanner. Dan bisa jadi akses lebih banyak data.

Setelah menunggu beberapa saat, akan ada beberapa pilihan. 

Toyota memang begini.

Kita ditanya pin soket yang ada dimobil. Dan  juga area penjualan mobil.

Untuk soket kita tinggal lihat obd yang kita pasang. Kalau OBD II pasti 16 pin.

Dan untuk area,umumnya pilih Europe and other.. 

Kecuali kita sedang mengerjakan Alphard. Harus pilih area japan.




Diatas saya sudah pilih 16 pin DLC (Europe and Other).

Semoga cukup paham lurr?

Selanjutnya pilih model

Ada dua piliha  yaitu Automatically Search dan Manually Sellect.

Terkadang kalau beruntung kita cukup pilih Automatically Search. Dan alat akan langsung mendeteksi mobil apa yang sedang dikerjakan.

Nanti kita di tanya apakah benar VIN nya xxxxxxx .

Silahkan cek pada mobil.

Tetapi kalau belum tersedia, terpaksa gunakan manual select

Hanya saja pada Avanza ini belum bisa. Jadi mau tidak mau menggunakan Mannually Sellect.

Karena pemilihan secara manual, kita harus cermati satu persatu. 

Pada scanner ini saya harus memilih  *** dan mencari model F65# . Kebetulan mobil yang saya tes adalah mobil tahun 2013. Jadi harus pilih model " Up to 04/2014 ".

Jika menu yang saya jelaskan tidak ketemu, mungkin tadi area negaranya belum dipilih. Jadi masih negara jepang atau yang lain.

Jika sudah

Selanjutnya ada 3 pilihan yaitu Quick Test, System Scan dan System Selection.

Saya coba jelaskan satu persatu ya

Quick Test

Memeriksa keseluruhan sistem yang ada di mobil dengan cepat. Dan nantinya akan dikeluarkan hasil laporan singkat. Yang ditampilkan apa saja control unit yang memiliki DTC.

Bahasa lainya adalah health report.

System Scan. 

Artinya hampir mirip dengan quick test, hanya saja nanti akan di tampilkan berapa jumlah ECU-nya saja. Dan saran saya lebih baik pilih quic test.

Proses diatas kadang-kadang memakan waktu cukup lama.

Jika mau cepat, silahkan langsung gunakan menu "system selection" saja. Dan langsung pilih ECU apa yang ingin diakses. Misalnya ABS atau Airbag.

Kelemahannya ada juga

Contoh saja ya, 

Misalkan mobil bermasalah pada ABS dan ECM. Dan ternyata permasalahan utamanya dari ABS. kita mesti akses satu persatu. Dan yang repot misal sistem tersebut tidak memiliki lampu indikator. Contohnya BCM.

Bisa jadi kita mencari masalah ditempat yang salah.

Kembali ke cara pemakaian scan tools mobil ya.

Saat ini yang saya coba adalah Quick Test. Alasannya karena saya ingin tahu sistem apa saja yang ada di AVANZA Veloz ini.

Setelah saya quick Test ternyata ada 5 sistem yang terbaca pada mobil avanza ini. Yaitu Engine, ECT, ABS/VSC/TRC, EMPS dan SRS Airbag. 

Lumayan banyak ya.

Kita coba ke mesin dulu.

Membaca Fault Code

Selanjutnya, kita bisa masuk ke Engine dan membaca Fault Code.

Apasih Fault Code?

Fault Code adalah kode kesalahan yang di tanam dalam control unit. Kode-kode ini untuk saat ini sudah di standarisasi untuk saat ini, contohnya diawali dengan P misal P0001, dll. Jika ingin tahu lebih banyak silahkan baca tentang dtc di  montirpintar.com

Kebetulan ketika saya periksa mobil ini tidak bermasalah , maka mobil tidak menunjukkan fault.

Apa yang haru saya lakukan jika ada DTC ?

Jangan langsung ganti sensor yang ditampilkan !

tetapi

Cari artinya terlebih dahulu, baca dari awal sampai akhir dan periksa dengan seksama apakah komponen tersebut rusak atau tidak.

Jangan sampai karena kabel putus atau soket kendor kita malah ganti sensornya.

Membaca Data Stream

Apa itu Data Stream? 

Ada yang menyebutnya live data, ada juga actual data, ada juga ...... (silahkan komentar jika ada istilah lain)

Yang jelas yang dimaksud adalah data-data pembacaan sensor yang ditampilkan secara aktual dan terpercaya. Meskipun terkadang sedikit ada delay.

Saya pribadi membuka data stream biasanya untuk analisa lebih lanjut. Misalnya memastikan nilai pembacaan Air mass, membaca nilai temperatur sensor. dll

Untuk akses menu ini, umumnya dibawah setelah read fault code dan clear fault code.

Dari sini kita bisa pilih semua yang ingin kita lihat. Mulai dari putaran mesin, pembacaan sensor, dll.

Catatan

Scanner adalah alat bantu untuk diagnosa. Tetapi kelanjutan diagnosa ada ditangan kita.

Jika sampeyan ingin lihat contoh menggunakan scanner monggo lurr sudah saya buatkan videonya dibawah ini.

Salam kunci



Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan Scanner Mobil pada Toyota Avanza"