7 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Instruktur Tatap Muka (Coach)

Saat ini saya sedang mencari SIM (Surat Izin Mengajar). Untuk dapat SIM kita harus mengikuti training Metodologi pelatihan terlebih dahulu, cuman karena SIM Indonesia jadi harus sesuai dengan kompetensi standar Indonesia (kerennya Berbasis Kompetensi)


Yah, walaupun pernah belajar di UNY, tapi kan saya tidak mengenyam mata kuliah metodologi ini. Maklum cuman bisa bayar yang 3 Tahunan aja. Tetapi setelah menunggu lama (puluhan tahun) akhirnya ada pelatihannya buat instruktur lapangan kayak saya ini.

Yang saya pengen catat disini adalah, seorang instruktur harus kompeten juga dalam bidangnya. Jangan hanya bermodalkan materi power poin dan kemampuan bicara aja trus ngajar, hehe (ini yang saya lakukan bertahun-tahun).


Yang saya ingin catet disini, instruktur harus bisa apa sih?
Ternyata ada 7 kompetensi yang harus dikuasai instruktur tatap muka. Yaitu :


  1. Memastikan Lingkungan Belajar yang Sehat dan Aman
  2. Menyusun Program Pelatihan
  3. Mengelola Bahan Pelatihan
  4. Mengelola Media Pelatihan
  5. Mengelola Peralatan Pelatihan
  6. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
  7. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka

Sedikit dibahas yuk


1. Memastikan Lingkungan Belajar yang Sehat dan Aman


Kalau saya lihat kode unitnya masih TAAENV403B, artinya masih standar tetangga. Tapi ya kalau di tetangga, sudah sangat diwajibkan buat menjalankan yang namanya K3. Kalau pakai bahasa kerennya, Ensure a Health and Safe Learning Environtment.
Nah disini yang perlu dibuktikan adalah :


  • Bisa engga sih kita membuat Analisa Keamanan Pekerjaan (Job Safety Analysis)
  • Bisa engga sih kita sebagai instruktur melakukan induksi/ memperkenalkan tentang K3 di tempat kerja
  • Terussss, tahu engga kita tata cara melaporkan kecelakaan kerja. 
Kalau sudah bisa melakukan minimal ketiga hal diatas, boleh deh naik ke level selanjutnya.

2. Menyusun Program Pelatihan


Ini nih yang kayaknya berat, soale sebagai instruktur, kita dituntut untuk bisa menyusun program pelatihan. Kenapa berat ? Berat buat saya aja sih, soalnya biasa buat power point aja terus ngajar dan jadi duit, eh sekarang harus bikin program, dengan segala perencanaannya.
Tapi kita harus kompeten kan sebagai instruktur. Dan harus bisa mempertanggung jawabkan SIM yang nanti didapat. 
So, harus bisa apa aja?
  • Menyusun garis besar program pelatihan
  • Menyusun Kurikulum Pelatihan
  • Menyusun Silabus/ Satuan Acara Pelatihan (SAP)
  • Membuat materi Pre Test 
  • Membuat evaluasi

3. Mengelola Bahan Pelatihan

Kalau pelatihan, pastinya perlu bahan lah, apalagi otomotif. Misalnya aja bensin, oli, dll. Ini yang bikin berat diongkos. Apalagi pelatihan ngecat, dah pasti kebuang deh. Untuk menjadi instruktur yang baik dan kompeten, kita semua harus bisa mengelola bahan pelatihan. Buat praktekya, kita harus bisa :
  • Membuat daftar kebutuhan bahan pelatihan sesuai buku kerja
  • Prosedur pengadaan kebutuhan bahan pelatihan sesuai dengan yang berlaku
  • Membuat Checklist/daftar simak bahan pelatihan
  • Membuat laporan penggunaan bahan pelatihan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi.

4. Mengelola Media Pelatihan

  • Membuat daftar kebutuhan media pelatihan sesuai dengan buku kerja
  • Prosedur pengadaan kebutuhan media pelatihan sesuai dengan yang berlaku
  • Membuat check list/daftar simak media pelatihan
  • Membuat laporan penggunaan media pelatihan meliputi bahan habis pakai, bahan sisa dan barang jadi

5. Mengelola Peralatan Pelatihan

  • Membuat daftar kebutuhan peralatan pelatihan dengan buku kerja
  • Prosedur pengajuan kebutuhan peralatan pelatihan sesuai dengan yang berlaku
  • Membuat Checklist/Daftar simak peralatan pelatihan
  • Membuat Laporan penggunaan Peralatan pelatihan

6. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan

  • Identifikasi Kompetensi peserta berdasarkan standar kompetensi yang menjadi acuan
  • Buat kerangka sesi pelatihan
  • Susun materi pelatihan untuk sesi pelatihan yang ditetapkan yang mencakup semua ranah kompetensi
  • Identifikasi bukti-bukti kompetensi

7. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka

  • Membuat rencana sesi pelatihan
  • Membuat materi presentasi dalam power point
  • Membuat perangkat observasi micro teaching
  • Membuat jadwal sesi pelatihan.

Dan selanjutnya akan saya coba jabarkan pada masing-masing artikel



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "7 Kompetensi Yang Harus Dimiliki Instruktur Tatap Muka (Coach)"

Post a Comment