5 Bagian Kendaraan dan Fungsinya - Dasar Otomotif

Ketika awal-awal belajar jadi mekanik, umumnya kita akan dikenalkan dengan bagian-bagian kendaraan dan fungsinya.
Karena hal ini akan mempermudah kita dalam mempelajari pembahasan selanjutnya.

Tentu saja ketika kita ingin mengikuti standar kompetensi indonesia, kita juga diwajibkan mempelajari tentang hal ini.
Kalau tidak salah masuk dalam unit OTO.KR010.001.01.

Tetapi yang saya mau coba bagi disini adalah secara umum, bisa jadi campur-campur dengan pengalaman. Semoga menyenangkan

Kebanyakan merk akan membagi menjadi 5 bagian utama yaitu :


1. Engine / Mesin

Mesin adalah penghasil tenaga untuk kendaraan. Kebanyakan mobil menggunakan mesin 4 langkah baik itu mesin diesel ataupun mesin bensin.
Ada juga memang mesin rotary atau yang disebut wankel, tetapi saat ini hanya digunakan di Mazda seri RX.



Mesin diatas adalah salah satu mesin contoh mesin v8, yang menurut saya sangat kekar dan memaksa kami membaca manual untuk mengerjakanan.

Hanya saja sekomplek apapun mesin, komponen utamanya masih serupa yaitu : Piston, Connecting Rod, Crank Shaft, dll. 

Selain komponen diatas, terdapat paling tidak 4 sistem yang melengkapi mesin. Walaupun mesin-mesin sekarang, tambahan sistemnya lebih banyak. 

Jadi apa saja ke-4 sistem yang melengkapi mesin :

Sistem Pendinginan

Banyak yang salah presepsi tentang sistem pendinginan. 

Ketika saya tanya ke beberapa orang ketika mengadakan training, mereka berfikir sistem pendinginan atau cooling system hanya berfungsi untuk mendinginkan mesin. Padahal tidak hanya itu

Sistem pendinginan berfungsi untuk menjaga temperatur kerja mesin, agar mesin dapat bekerja secara efisien.
Ingat ya bukan mendinginkan tapi menjaga suhu kerja mesin.
Sistem pendingin yang umum dipakai pada mobil adalah sistem pendinginan air.

Sistem pendingin bekerja dengan mensirkulasikan cairan pendingin atau orang sering bilang coolant. (Campuran Air Suling dan Antifreeze) melalui mantel pendingin (water jacket) yang berada di blok silinder dan kepala silinder. Nah cairan panas ini nanti akan dialirkan melalui radiator supaya lebih dingin. Begitu seterusnya.

Jaman now, cooling system pun mengalami beerapa pengembangan, beberapa pabrikan menyebutnya map cooling, atau boleh dibilang pendinginannya dipetakan ada area besar, ada area kecil. 

Ada juga mobil yang pakai double thermostat.


Sistem Pelumasan

Sistem pelumasan berfungsi untuk melumasi mesin sehingga mengurangi gesekan langsung pada setiap komponen mesin yang menyebabkan keausan mesin.

Mesin Jaman now banyak yang sudah dilengkapi turbocharger, variable valve, egr, dll. Dari perkembangan ini, berarti tanggung jawab sistem pelumasan pun bertambah. Tuntutan untuk kualitas pelumas juga semakin tinggi.

Selain itu sistem pelumasan tidak luput dari sentuhan elektronik, contohnya dengan dipasangnya oil level sensor untuk menggantikan dipstick oli.


Sistem Pemasukan

Sistem pemasukan ini berfungsi untuk mengalirkan udara yang nantinya dicampur dengan bahan bakar. Kalau bicara sistem pemasukan udara dihitung dari filter udara, throttle valve terus ke intake manifold. 

Untuk mobil yang menggunakan turbo, maka sistem pemasukan akan ditambahkan intercooler.

Di beberapa mobil eropa yang sering saya lihat, bentuk manifoldnya agak aneh. Ternyata kebanyakan menggunakan teknologi variable intake manifold.



Sistem pembuangan

exhaust system


Kita sering menyebutnya dengan knalpot, nah sistem pembuangan gas buang pada kendaraan berfungsi untuk menyalurkan gas buang ke udara dan mengurangi kebisingan mesin. Gas buang juga dijaga tidak masuk ruang penumpang.

Untuk sistem pembuangan jaman now kebanyakan dilengkapi dengan catalitic converter untuk bensin sedangkan untuk diesel disebut diesel particulat system. 


2. Sistem Pemindah Daya atau Power Train

Sistem pemindah tenaga atau Power train ini berfungsi untuk menyalurkan tenaga yang dihasilkan mesin sampai ke roda. 

Untuk power train terdapat beberapa tipe tergantung tipe penggeraknya ataupun tipe transmisinya. Jadi kalau secara umum sistem pemindah daya terdiri dari beberapa hal dibawah ini


Kopling

Pada mobil dengan transmisi manual, kopling berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dengan lembut ke transmisi pada saat akan dilakukan pemindahan gigi.




Pada gambar di atas, no 1 adalah pressure plate atau banyak orang bilang matahari atau dekrup. 

Nomer 2 adalah plat kopling atau clutch, komponen yang diandalkan untuk meneruskan momen dari mesin ke transmisi.

Nomer 3 adalah release bearing yang jadi satu dengan release fork. Saya lupa sepertinya ini yang banyak disebut kuku macan. Semoga saya ga salah ya.


Transmisi Manual

Transmisi atau orang bilang gearbox mempunyai beberapa fungsi, antara lain :


  • Merubah momen puntir yang akan diteruskan ke roda
  • Menyediakan rasio gigi yang sesuai dengan beban mesin
  • Merubah arah putaran output sehingga kendaraan bisa berjalan mundur

Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis mempunyai tugas yang sama seperti dengan transmisi manual. Hanya mekanisme hubungan dengan transmisi terjadi secara otomatis dibantu oleh Torque Converter.

Cuman kalau melihat jaman now ada 3 tipe transmisi otomatis yaitu Transmisi otomatis yang menggunakan torque converter, transmisi otomatis CVT, dan transmisi manual otomatis. Untuk transmisi yang terakhir ini ada yang menyebutnya dualclutch transmission, ada yang menyebutnya direct shift gearbox.

Dari banyaknya tipe transmisi otomatis, kita perlu memperhatikan pelumas yang cocok untuk masing-masing tipe

Poros Penggerak (Propeller Shaft)

Poros penggerak berfungsi untuk meneruskan putaran mesin dari output transmisi ke gardan. Tidak ada pengurangan atau penambahan putaran disini, karena sifatnya hanya meneruskan.


Differential/Gardan

Differential atau lebih dikenal dengan sebutan gardan, berfungsi untuk merubah putaran poros penggerak menjadi putaran poros roda yang selanjutnya akan diteruskan ke roda. Fungsi lainnya adalah membedakan putaran roda sisi kiri dan kanan pada saat kendaraan berbelok.

Sebenarnya ada teknologi yang terpasang di gardan, tetapi sedikit sekali yang menggunakannya yaitu LSD, limited slip differential.




3. Chasis

Kalau bicara bagian chasis, terdiri atas sistem suspensi, sistem kemudi dan sistem rem


Sistem suspensi

Sistem suspensi menghubungkan antara roda dan chasis dan berfungsi untuk memberikan kenyamanan kepada penumpang selama perjalanan dengan cara meredam getaran ketika memalui jalan yang bergelombang.

Selain itu juga agar mobil lebih mudah dikemudikan dengan berbagai kondisi jalan.

Kalau membahas teknologi sistem suspensi ada mobil yang menggunakan air suspension, ada yang menggunakan hydraulic suspension yang ketingginanya dapat menyesuaikan dengan kecepatan dan beban kendaraan.


Sistem Kemudi

Berfungsi untuk mengendalikan arah kendaraan sesuai dengan keinginan pengemudi. Pada perkembanganya, banyak mobil menggunakan power steering, tapi ga hanya berhenti disitu. Ada beberapa teknologi lain seperti Electronic Power Steering, Electro Hydraulic Power Steering, Dynamic Steering, dll.


Sistem Rem

Berfungsi untuk memperlambat laju kendaraan dan memungkinkan kendaraan berhenti saat parkir. 

Wah kalau ngomong teknologi rem, boleh dibilang mulai dari booster, ABS, ASR, ESP, SBC, dan banyak istilah yang lain.




4. Kelistrikan 

Kalau bicara sistem kelistrikan sering dipisahkan antara kelistrikan body dan kelistrikan mesin nah contohnya dibawah ini


Sistem Starter

Sistem starter masuk dalam group kelistrikan mesin yang berfungsi untuk menggerakkan mesin pertama kali dengan menggunakan motor listrik sebelum mesin tersebut dapat bekerja sendiri. 

Kalau bicara sistem starter apa ya teknologi barunya? sistem starter reduksi sepertinya sudah ada dari dulu, Kalau start and stop pada kebanyakan mobil lebih ke teknologi pengendalinya saja bukan ke perubahan sistem starternya.



Sistem pengisian

Sistem pengisian berfungsi untuk mengisi kembali arus listrik yang telah diambil dari baterai dan menyediakan arus yang dibutuhkan oleh sistem kelistrikan kendaraan pada saat mesin bekerja. Pada mobil zaman now, sistem pengisian benar-benar di manage, karena sistem kelistrikan dimobil sudah semakin kompleks. Ada banyak sekali tambahan komponennya.

Untuk sistem pengisian umumnya bekerja pada 13-14,5 V dengan besaran arus yang berbeda-beda, tergantung seberapa besar kebutuhan dalam sistem. 
Sistem pengisian terdiri atas alternator, regulator dan batterai. Pada mobil-mobil sekarang, terkadang ditambah dengan batterai manager untuk mengatur pembagian arus.


Sistem Pengapian

Berfungsi untuk menaikan tegangan baterai (12 volt) menjadi tegangan tinggi skitar 30.000 Volt pada coil pengapian, yang digunakan untuk membangkitkan percikan api pada busi yang digunakan untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar.

Pada teknologi saat ini, umumnya sudah menggunakan teknologi coil on plug alias satu busi satu coil. Tidak seperti dulu satu coil buat rame-rame. Dan untuk pengaturan pengapiaanya sudah dari control unit.


Kelistrikan Bodi

Kalau bicara kerlistikan bodi saat ini jauh lebih komplex selain lampu-lampu, sistem horn, sistem power window, dll. Misalnya kamera, parking assist, dll.


Sistem AC

Walaupun secara sistem terpisah, tetapi sering di masukkan dalam sistem kelistrikan Bodi. Fungsinya untuk mengkondisikan suhu ruangan. Jadi bukan hanya mendinginkan tapi bisa juga menghangatkan, namanya juga air conditioner.

5. Bodi Kendaraan

Kalau bicara bodi kendaraan, kita sebenarnya mesti mengenal tentang bentuk-bentuk bodi dan rangka. Coba ya kita absen bentuk-bentuk bodynya : Sedan, MPV, SUV, Coupe, Jeep, dll



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "5 Bagian Kendaraan dan Fungsinya - Dasar Otomotif"

Post a Comment