Memelihara Tansmisi Otomatis untuk Mencegah Kerusakan Yang Parah

Banyak pabrikan mobil yang membuat produknya dengan Transmisi Otomatis. Contohnya seperti mobil Toyota Avanza sudah ada yang menggunakan Transmisi Otomatis. Pertanyaanya adalah bagaimana memelihara transmisi otomatis untuk mencegah kerusakan yang parah?


Sekilas tentang Transmisi Otomatis


Kalau dengan transmisi manual, pengemudi harus merubah gigi-gigi dengan menggunakan tuas pemindah gigi sendiri tetapi dengan transmisi otomatis, gigi-gigi berpindah secara otomatis untuk memenuhi kondisi jalan dan muatan yang berbeda-beda alias pindah sendiri kan.

Jika pada transmisi manual terdapat kopling, maka pada transmisi manual ada torque converter yang merubah puntiran dan yang bekerja sebagai kopling otomatis.

Kita juga mesti tahu Minyak transmisi otomatis atau ATF tidak hanya melumasi dan berperan sebagai pendingin, minyak tersebut juga bekerja untuk memindahkan gigi secara otomatis dan sebagai kopling otomatis. Minyak Transmisi Otomatis atau ATF harus dijaga cukup dan rutin diganti.

Macam-macam Transmisi Otomatis

Ada tiga tipe transmisi otomatis yang ada dalam catatan saya, yaitu :
  • Automatic Transmision
  • Continous Variable Transmission
  • Direct Shift Gearbox
Dari ketiga tipe tersebut mempunyai syarat ATF yang berbeda-beda. Sesama Automatic Transmission aja bisa berbeda jenis ATFnya.

Cara Memeriksa Tinggi Permukaan Minyak Transmisi Otomatis / ATF.


Berbeda dengan oli mesin, saat memeriksa jumlah transmisi otomatis, mobil harus hidup dan temperatur ATF sudah panas (70°C-80°C).

  • Parkirkan kendaraan diatas tempat yang datar dan tari rem parkir (rem tangan)

  • Posisikan tuas pemindah pada tuas P (Parkir) dan mesin pada putaran idling.

  • Tekan pedal rem dan gerakkan tuas pemindah gigi ke semua posisi P ke R ke N ke D

  • Dengan mesin berputar idling dan tuas pemindah pada posisi P, tarik keluar tongkat penduga (deep stick) dan bersihkan permukaannya dengan lap bersih terlebih dahulu.

  • Masukkan Tongkat penduga kedalam transmisi dan tarik keluar kembali. Tinggi permukaan minyak yang betul adalah berada pada daerah hot.

Pada beberapa mobil, transmisi otomatis tidak dilengkapi dengan tongkat penduga alias dipstick. Nah pada mobil ini ngeceknya agak repot karena harus melihat dari bawah dan membuka baut pengecekan minyak ATF.

Contoh pada mobil BMW berikut ini, nomer 7 adalah tempat memeriksa ATF dan nomer 6 adalah untuk membuang ATF



Mengganti Minyak Transmisi Otomatis/ ATF


Secara teknis, ada beberapa cara penggantian yang dilakukan di bengkel baik secara manual atau dengan alat.

Yang dilakukan di beberapa bengkel adalah dengan membuka baut pembuang oli Transmisi Otomatis. Hanya saja ada dengan cara ini Minyak Transmisi Otomatis/ATF yang terbuang tidak semua, karena yang terbuang hanya yang ada di carter saja. Boleh dibilang cuma 3-4 Liter saja. Masih banyak tersisa di komponen lain seperti di valve body dan di carter. Bisa jadi masih 3-5 Liter. Artinya baru separo dong yang di ganti. Pernah ada yang bertanya ke saya, mas di tempat lain ATF cuma 4 liter, kok disini 7 Liter? Wah curang ya? Setelah membaca keterangan diatas, anda semua bisa menjawabnya.

Cara yang kedua adalah dengan alat, saya lihat memang dengan alat ini bisa sangat bersih dan juga mungkin sedikit lebih banyak pemakaian ATF nya, karena prosesnya dibilas. Tetapi dengan alat ini terbatas untuk satu merk ATF saja, karena kalau campur-campur kurang pas dan memang tidak boleh. Masing-masing Transmisi yang berbeda merk memiliki karakter yang berbeda. Dan juga ada transmisi jenis CVT, SMT, dll.

Cara yang ketiga di flush dengan cara manual. Relatif lebih pas. Caranya mirip dengan alat ATF Changer tetapi di jalankan manual. Dan pengisian ATF dilakukan manual saja. Jadi ATF lebih pas.

Jadi untuk memelihara Transmisi Otomatis adalah mengganti ATF sesuai jadwal yang sudah di tentukan.





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Memelihara Tansmisi Otomatis untuk Mencegah Kerusakan Yang Parah"

Post a Comment