Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tahukah Kamu Tentang Fungsi Ring Piston atau Pegas Torak ? Ternyata Kinerjanya Berat Banget.

Fungsi ring piston

Lurr..

Masih penasaran dengan fungsi ring piston ?

Atau sudah tahu ?

Ring piston ini sering disebut juga dengan istilah ring seher. Komponen ini terpasang di piston (seher). 

Sejauh yang saya temui pada mesin 4 tak memiliki ring piston sebanyak 3 buah. Dua buah ring kompresi dan 1 ring untuk oli.

Sedangkan pada mesin 2 tak, satu set ring piston hanya terdiri atas 2 buah ring saja. Karena mesin 2 tak tidak menggunakan ring oli.

Sedikit cerita saja

Hari ini saya dan team berhasil menurunkan mesin VW Tiguan dengan keluhan pincang. Dan ketika di cek, kompresi silinder 4 sangat rendah. 

Setelah berhasil dibongkar, ternyata ring piston patah.

Ini adalah salah satu bukti dari fungsi ring piston

Memangnya apa saja fungsi ring piston ?

Saya akan menjabarkan tentang fungsi ring piston.

1. Ring piston sebagai penjaga tekanan kompresi

Fungsi ring piston kompresi

Agar mesin bisa bekerja dengan baik, maka diperlukan kompresi yang tinggi lurr.

Pada mesin 4 tak bensin, tekanan kompresi adalah sekitar 8-13 bar. Sedangkan pada mesin diesel, tekanan kompresi lebih dari 16 bar.

Kompresi ini terbentuk ketika piston dan ring piston memampatkan gas didalam silinder.

Hanya saja, 

Ring piston memang dirancang untuk mengisi celah antara piston dan diding silinder. Jika ring piston aus, maka kompresi bisa bocor.

Pada mesin 4 tak,

ring nomer 1 dan 2 yang bertanggung jawab untuk menjaga kompresi mesin ini. 

Tetapi mesti diingat juga lurr..

Ketika memasang ring piston kita harus perhatikan susunanya. Setiap gap-nya harus berjarak 120 derajat agar tidak terjadi kebocoran.

Jangan salahkan ring piston karena kesalahan kita ketika memasang

Pada mesin 2 tak sudah disebutkan diatas, keduanya merupakan ring kompresi. Dan untuk pemasangan sebaiknya gap berjarak 180 derajat.

2. Menghalau oli masuk keruang bakar

Fungsi ring piston oli


Fungsi ini hanya dimiliki oleh ring oli pada mesin 4 tak.

Ring piston ini berbentuk unik, karena mempunyai celah-celah untuk dilewati pelumas. 

Ketika piston bergerak naik turun, pelumasan akan dipercikkan atau di semprotkan menuju dinding silinder. Dan ketika piston turun, ring oli akan menyapunya agar turun kembali ke ruang engkol.

Hal ini mencegah oli ikut terbakar didalam ruang bakar.

Jadi jika ring oli ini aus, salah satu cirinya adalah ngebul dan berasap putih.

3. Mengurangi gesekan ke dinding silinder

Jika diamati, material ring piston ini lebih bagus dari piston.

Karena ring piston memang dirancang khusus agar gesekan didalam mesin berkurang. Salah satunya dengan material yang terlihat licin sekali.

4.Mampu mengirimkan panas

Coba bayangin lur..

Seberapa panasnya piston dan ring piston. Padahal untuk membuang panas cukup jauh. Karena pendinginan mesin hanya bisa mengelilingi silinder.

Walaupun sebenarnya ada pendingin dari oli mesin juga.

Hanya saja pendinginan piston akan kurang jika panasnya tidak bisa disalurkan ke blok silinder. Itu sebabnya ring piston harus bisa mengirimkan panas ke silinder.

Dan selanjutnya akan diserap oleh sistem pendinginan mesin.

Tanda-tanda kerusakan ring piston

Sebenarnya sudah sedikit saya singgung diatas lurr tentang tanda-tanda kerusakan ring piston

Yang paling umum adalah berasap putih dan tenaga mesin kurang. 

Pada kasus ini, kemungkinan ring piston aus sehingga oli mesin masuk ke ruang bakar. 

Dan efek lainnya adalah kompresi berkurang sehingga pembakaran kurang efisien. Itu kenapa tenaga mesin jadi berkurang.

Pada kasus tertentu, bisa jadi keluhan mesin terasa pincang. Ini terjadi kalau keausan ring piston hanya terjadi pada salah satu silinder saja.

Untuk memastikan ketiga kasus diatas, kita bisa melakukan test kompresi. 


Posting Komentar untuk "Tahukah Kamu Tentang Fungsi Ring Piston atau Pegas Torak ? Ternyata Kinerjanya Berat Banget."