Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Terinspirasi dari Buku "You Can if You Think You Can" dan Berhasil Pergi ke Jerman Gratis.

Pergi ke Jerman


Pergi ke Jerman Gratis?

It's my dream bestie, it's my dream.....

Bagaimanapun saya harus bersyukur sekali karena bisa berhasil pergi ke Jerman. Dan sebenarnya sedikit meleset dari goal saya dulu.

Mimpi ini sebenarnya sudah saya tanamkan sejak saya duduk di bangku kuliah. Walaupun sebenarnya waktu itu sedikit asal saja jawab pertanyaan temanku di kelas. Sebut saja nanang.

"Sep, nanti mau kerja dimana?" Nanang bertanya.....

Sedikit terdiam..... tetapi kemudian tak jawab " Mau kerja diperusahaan yang mau bawa saya ke Jerman" jawabku. Wuih keren banget jawabanku waktu itu. Dan hebatnya.... sepertinya malaikat mencatatnya.

Mimpi itu terlupakan sejenak dan muncul lagi ketika saya bekerja di bengkel Auto Service. Kebetulan sekretaris bos pernah setahun di Jerman dan mau menikah dengan orang Jerman.

Sepertinya kok keren sekali. Dan saya bela-belain untuk belajar bahasa jerman sama dia setiap jam istirahat. 

Tetapi 

Sebenarnya dihati masih tetap ragu-ragu dan sangat ragu-ragu. Apalagi sekolah di Goethe Institut sangat mahal untuk saya yang masih seorang mekanik tetapi kadang jadi asisten siapa saja (kadang training, kadang foto asurasi dan yang utama mengerjakan mobil)

Entah kenapa

Ketika saya berada di Gramedia ITC Cemas waktu itu (sekarang sudah tutup) saya menemukan sebuah buku dari Norman Vicent Peale yang berjudul "You Can if You Think You Can" dan didalamnya terdapat cerita seseorang yang mimpi ke jerman dan berhasil

Gara-gara itu, saya beli bukunya dan saya baca di mesh sambil terus mencoba meyakinkan diri bahwa kamu bisa sep....

Hasilnya

Sebuah mimpi yang lebih spesifik yaitu Aku harus pergi ke Jerman umur 29 tahun dan menikah umur..... (tidak perlu saya sebutkan ya. hehe) sebelum menikah punya rumah dan juga ingin mengelola bengkel sendiri..

Tetapi seperti hilang harapanku pada waktu itu.....

dan ternyata saya menikah terlebih dahulu sebelum mimpi ke Jerman tercapai. Mungkin karena saya tidak terlalu memikirkannya lagi.

Dan mungkin memang ini jalan ninjaku..

Calon istriku mendapat reward pergi ke Singapura. Hal ini membuatku senang sekaligus berucap ingin keluar negeri setelah keliling Indonesia sudah dikabulkan bersama Castrol (mengajar keliling Indonesia).

Sepertinya memang waktu itu malaikat lewat dan mencatatnya.

Setelah menikah, ternyata doaku keluar negeri dikabulkan. Dan pertama kali adalah shanghai. Tepatnya di bulan Desember 2013 

Loh kenapa belum ke jerman?

Tunggu sebentar. Mungkin doaku baru dikabulkan kembali ketika doa di Hongkong. 

Jadi ketika menunggu pesawat ke Indonesia setelah seminggu di Shanghai, kami mengobrol dan tiba-tiba bosku menunjuk dan berkata. "Sep kalau ke Jerman harus naik itu (Lufthansa)." 

Seketika saya berdiri dan memotret pesawat itu sambil berdoa "Semoga aku bisa ke Jerman untuk mewujudkan mimpiku"

Saking kebawa mimpi dan pengen banget...ketika anak pertamaku lahir saya beri nama dari tiga negara yang ingin saya kunjungi dan salah satunya Jerman.

Dan sebulan setelah anak saya lahir atau tujuh bulan dari Shanghai, tiba-tiba saya dipanggil ke dekat pintu ruangan kerjaku.

"Sep, kita mau ke Jerman dan kamu diajak. Sanggup?"

Saya hanya mengangguk dengan ekspresi biasa saya yang datar. Padahal dalam hati bahagia sekali... dan saya teringat nama Fadyenka pada nama belakang anak saya.

Ketika dirumah, saya cium anak saya sambil mengucap syukur...."Tidak sia-sia aku menitipkan mimpiku dalam namamu ken"

Cusss

Pergi ke Jerman

Mulai 14 hingga 24 September 2014 totalnya ada empat negara yang saya kunjungi pada waktu itu. Mulai dari Singapura, Jerman, Belanda dan Malaysia.

Bersambung.....


Posting Komentar untuk "Terinspirasi dari Buku "You Can if You Think You Can" dan Berhasil Pergi ke Jerman Gratis. "